Bumbu Penyedap Rasa dan Berbagai Fakta di Dalamnya

Keberadaan bumbu penyedap rasa di Indonesia kerap dianggap berpotensi menyebabkan kebodohan pada orang yang mengkonsumsi. Tanpa ada bukti ilmiah yang jelas, kontroversi ini masih tetap tersebar di masyarakat seakan menjadi hal yang lazim. Padahal bumbu penyedap rasa merupakan bahan penting hampir di setiap masakan Indonesia dan menambah cita rasa.

Penyedap Rasa Tidak Berbahaya

Bahan yang sering terdapat dalam penyedap rasa yaitu glutamate dalam berbagai bentuk seperti monosodium ataupun mononatrium. Keberadaan bahan ini jika dikonsumsi ternyata sama sekali tidak memberikan dampak negatif bagi manusia apalagi menyebabkan kebodohan.

Dampak negatif yang dirasakan oleh orang yang mengonsumsi biasanya berkaitan dengan alergi yang ada di tiap individunya. Jadi ketika terjadi sebuah reaksi pada tubuh sebenarnya itu adalah bentuk reaksi terhadap bahan dan menunjukkan adanya alergi saja.

Tidak Terbuat dari Bahan Kimia Sintetik

Kesalahan selanjutnya yang beredar yaitu bumbu penyedap rasa yang ada merupakan hasil dari bahan kimia sintetik oleh para ahli. Padahal penyedap rasa terbuat dari bahan alami yang didapat dari fermentasi tetes tebu dan sering dicampur dengan bahan lainnya. Misalnya saja ada penyedap rasa ayam atau sapi yang dalam prosesnya memakai kaldu dari hewan tersebut.

Bahkan ada penyedap rasa yang dibuat dari rempah-rempah asli seperti contohnya Maggi Magic Lezat. Setiap produk makanan yang beredar pastinya sudah melalui berbagai verifikasi kelayakan oleh BPOM termasuk penyedap rasa sendiri. Jadi penyedap rasa sangat aman untuk dikonsumsi dalam batas wajar karena tidak terbuat dari berbagai bahan kimia sintetik.

Kandungan Penyedap Rasa

Banyak masyarakat salah memahami glutamate sebagai bahan yang berbahaya bagi tubuh padahal hal ini salah adanya. Asam glutamate sebenarnya sudah biasa ditemui dalam berbagai makanan termasuk susu, keju, dan juga tomat.

Penyedap rasa terdiri dari tiga bahan utama yaitu garam, air, dan juga glutamate ditambah beberapa bahan alami perusahaan. Dalam sebuah penyedap rasa, tidak terkandung lemak sedikitpun jadi ini akan sangat aman dan tidak mengganggu berat badan.

Penyedap Rasa dan Metabolisme Tubuh

Di dalam tubuh, penyedap rasa menjadi zat yang dapat mudah larut kemudian diproses di dalam metabolism dengan mudah. Tubuh yang mengkonsumsi penyedap rasa tidak akan terbebani dalam proses mengeluarkan dan mencerna bahan tersebut.

Bahan makanan satu ini telah diakui oleh lembaga keamanan pangan dunia karena memang tidak terbukti mengganggu metabolisme. Di Indonesia sendiri sudah ada ijin resmi terkait keberadaan penyedap rasa dengan saran penggunaan secukupnya pada masakan.

Jadi, bumbu penyedap rasa bukanlah sesuatu yang harus dihindari apalagi ketika hendak menyajikan makanan yang nikmat dan lezat. Penyedap rasa akan berperan sebagai penyeimbang rasa di dalam sebuah masakan sehingga lebih terasa enak. Bahan satu ini sama sekali tidak menyebabkan kebodohan, jadi jangan khawatir untuk mengkonsumsinya dalam batas wajar.

By admin